Cute Tumblr Themes

Namidia Ade | 28th April | YL :D | every u wanna do it, think it first :)

referenceforwriters:

Recently I got a message about a person struggling on how to develop their characters, as they normally wrote about already created charactersalso about how to make them interesting and make the people reading your story actually want to continue reading it.

I’d say this is one of the main…

karena lagi suka YUI-CHE.R.RY akhirnya saya ngepost lirik lagu di tumblr saya XD

enjoy!

Tenohira de furueta

Sore ga chiisana yuuki ni natte itan da

Emoji wa nigate datta

Dakedo kimi kara dattara wakuwaku shichau

Henji wa sugu ni shicha dame da tte

Dareka ni kiita koto aru kedo

Kakehiki nante dekinai no

Suki na no yo ah ah ah ah

Koi shichattan da

Tabun kidzuite nai deshou?

Hoshi no yoru negai komete cherry

Yubisaki de okuru kimi e no messeeji

Sakura ga saite iru

Kono heya kara mieteru keshiki wo zenbu

Ima kimi ga kanjita sekai to

Juubyou torikaete morau yori

Hon no ichigyou demo kamawanain da

Kimi kara no kotoba ga hoshiin da

Uso demo shinjitsudzukerareru no

Suki dakara ah ah ah ah

Koi shichattan da

Tabun kidzuite nai deshou?

Hoshi no yoru negai komete cherry

Yubisaki de okuru kimi e no messeeji

Amaku naru kajitsu ga ii no

Nanigenai kaiwa kara sodatetai ah ah ah ah

Koi no hajimari mune ga kyun to semaku naru

Itsu made mo matte iru kara

Haru no tsumetai yokaze ni azukete messeeji

Koi shichattan da

Tabun kidzuite nai deshou?

Hoshi no yoru negai komete cherry

Yubisaki de okuru kimi e no messeeji

source: kiwi-musume.com

just enjoy this ^^

Pasar malam? Ah sungguh indah kenangan di sana. Ya di sanalah tempat dimana aku dan cinta pertamaku bertemu. Dan kali ini aku harap dapat bertemu dengannya kembali. Kini, dia sudah tidak pernah bertemu lagi, bahkan tidak memberi kabar. Aku masih ingat wahana pasar malam tempat kita pertama kali bertemu ialah komidi putar. Pasar malam yang biasanya dibuka setahun sekali pada minggu-minggu sebelum tahun baru kini hanya aku saja yang datang sendiri atau bersama saudaraku.

Kini, pasar malam kembali dibuka karena tahun baru segera tiba. Gemerlap cahaya lampu warna warni seperti pelangi mengingatkanku padanya saat pertama kali ke tempat ini.  Tetapi, dia sedang tidak disini, dia sedang diluar negeri dan tidak pernah memberiku kontak nomor teleponnya atau alamatnya. Lalu aku larut dalam lamunanku.

“hei, kok ngelamun terus ada apa?” tanya teman sebangkuku.

“ah gapapa..”

“ayolah cerita aja..”

“ga usah makasih”

Malam ini, aku akan pergi ke pasar malam bersama adikku. Adikku yang akan bermain di pasar malam. Aku tak ingin main wahana di pasar malam. Aku hanya duduk di bangku pasar malam dan makan popcorn. Kemudian, aku melihat seseorang yang sepertinya tidak asing bagiku. Sepertinya dia… orang yang selalu kutunggu-tunggu untuk kembali ke sini dan aku pun mendekatinya dan memanggilnya.

“hei, kamu… Rega kan?”

 orang itu menoleh.

“Bukan tuh, Rega, siapa itu?”

Ternyata orang tadi hanya orang biasa yang datang ke pasar malam dan aku berlari karena aku malu. Tiba-tiba aku menabrak seseorang.

“Hoi, kalo jalan liat-liat dong!”

Aku berkedip-kedip dan tidak percaya apa yang aku lihat. Dia, yang sebenarnya aku cari.

“eh, kamu Rega kan? Masih inget gak sama aku, aku Uni, itu loh yang sering main ke pasar malam ini terus naik komidi putar sama kamu.”

“iya bener aku Rega. Kamu beneran Uni kan?”

“Iya beneran, masa kamu gak percaya sih sama aku.”

“lho aku kan emang percaya kamu ngapain juga orang aku tanya buat mastiin kamu itu beneran Uni yang dulu apa bukan..”

“ya beneran lah masa boongan”

Tiba-tiba aku teringat adikku.

“adikku sekarang dimana ya? Kok gak keliatan.”

“kamu tinggalin kali..”

“yaudah besok kamu temuin aku di wahana komidi putar pasar malam ini jam 7 malam. Soalnya sekarang aku mau cari adikku.. dah!”, kuucapkan selamat tinggal padanya dan aku pun pergi mencari adikku.

Pertama, aku mencari di wahana terakhir yang adikku naiki. Setelah kucari, ternyata tidak ada. Selanjutnya, aku mencari di wahana roller coaster, juga tidak ada. Dan yang ketiga, aku mencari di wahana bianglala namun hasilnya nihil. Akhirnya aku mencari di wahana favoritnku yaitu komidi putar. Ternyata ada dan adikku marah-marah.

“kakak ini gimana sih, kok malah ninggalin adiknya sendirian, padahal kan kakak bilang mau nunggu aku di bangku tempat biasa kakak duduk!”

“ii—iya deh maaf, soalnya tadi ketemu temen lama kakak yaitu kak Rega.”

“hah? Kak Rega, bukannya dia udah pindah ke luar negeri ya kak?”

“iya tapi dia pindah kesini lagi.. tadi gak sempet ngobrol banyak jadi ya, gak sempet tanya-tanya kenapa pulang ke sini. Yaudah mending kita pulang aja yuk !”, ajak aku dan akhirnya kita pulang ke rumah..

Esoknya aku pergi ke sekolah dan teman sebangkuku menawari aku untuk datang ke pesta ulang tahun kakak kelas yang paling populer yaitu kak Feri.

“Ntar malem mau nggak kamu dateng ke pesta ulang tahun kakak kelas yang paling populer di sekolah?”

“kak Feri?”

“yup. Dan katanya lagi kita spesial diundang kesana loh! Mau nggak?”

“waaa mau banget! Makasih ya udah ngasih tau aku! Tapi, aku gak punya gaun..”

“ah gak papa kali, di rumahku ada gaun banyak. Mau pinjem?”

“mau banget! Ntar pulang sekolah ya?”

“oke!”

Pulang sekolah, aku dan temanku langsung ke rumahnya. Dia memilihkan gaun yang cocok untukku. Aku juga sempat memilih gaun-gaun yang aku suka. Aku pun memilih gaun berwarna pink dengan renda yang terlihat indah. Aku pun mengambil cermin yang telah disediakan temanku dan mencoba gaun itu. Ternyata, gaun itu cocok untukku.

Malamnya, aku dan temanku langsung menuju pesta ulang tahun Kak Feri yang dikenal karena kepopulerannya. Aku senang sekali sampai-sampai aku melupakan bagaimana dan seperti apa Rega di pikiranku saat ini.

Sampai disana aku disambut langsung oleh Kak Feri. Ah, aku senang sekali ketika tiba-tiba Kak Feri mengajakku berdansa. Dan saat itu juga ada hal yang mengejutkan.

“hei semuanya ayo berkumpul kesini!”, teriak Kak Feri supaya semuanya yang diundang bisa berkumpul.

“kali ini aku mau bilang sama kamu, Uni. Sebenernya aku udah suka sama kamu sejak kamu masuk di sekolah kita. Kamu mau jadi pacarku?”, pinta Kak Feri.

Seketika itu semua yang ditubuhku serasa berhenti. Aku tergagap. Tiba-tiba aku teringat dengan janji kemarin yang sudah aku ingkari, yaitu datang ke pasar malam bersama Rega. Aku pun langsung berlari meninggalkan semuanya sembari menangis dan langsung pergi ke pasar malam.

“hei, tunggu!”, teriak Kak Feri seraya mengejar namun kalah cepat denganku.

Sampai di pasar malam, aku melihat Rega sedang bersama seorang perempuan yang tak aku kenal, dan aku rasa dia tak ingat dengan janjiku. Untuk memastikannya, aku pun mendekat dan bertanya padanya.

“Rega! Kamu kan udah bilang kalo mau kesini juga hari ini. Kamu nggak inget janjiku kemarin ya?”

“eh, bukannya yang mau kesini kamu ya. Telat tau ini udah jam 9. Telat dua jam malah. Yang bikin janji siapa, yang marah siapa, aduh, kamu ini aneh ya! Ngomong-ngomong, cuma ke pasar malam, kok baju kamu bagus amat? Mau kondangan?”

Aku melihat bajuku, eh ternyata masih pakai gaun pesta milik temanku.

“Mau pake baju apa ya suka-suka aku dong! Ngapain kamu yang ribut..”

“Aduh duh, ya jangan marah dong. Oh ya, kenalin ini.. pacar aku, Pina. Kita udah 3 bulan loh, bentar lagi 4 bulan.”

Di dalam hatiku aku bertanya, Apa? Pacar? Lalu, aku.. harus bagaimana?

“Woy malah bengong, mending kita bertiga naik komidi putar yuk! Udah lama gak naik..”

Kami bertiga pun naik komidi putar yang cukup besar itu. Aku hanya bengong, melihat kemesraan mereka berdua yang sepertinya tiada bandingannya. Aku merasa ingin cepat-cepat pulang. Aku ingin pergi dari mereka dan Aku hanya bagaikan obat nyamuk. Setelah komidi putar berhenti berputar, Aku pun pergi meninggalkan mereka berdua berdua secara diam-diam dan mereka tidak menyadarinya.

Sampai di rumah aku segera tidur, namun aku tak dapat memejamkan mataku. Aku sakit hati, tetapi apa boleh buat dan mau bagaimana lagi. mau ditaruh dimana mukaku di sekolah.

Esok harinya, aku berkata pada Kak Feri untuk memberikan jawaban padanya dan aku tidak mau bersama dengannya. Malam harinya aku kembali pergi ke Pasar Malam yang penuh kenangan itu. Aku ingin menangis sendiri, selamanya, tanpa orang-orang yang melihat di sekitarku. Aku tak peduli. Aku ingin kembali naik komidi putar. Komidi putar yang Ku naiki serasa tak berputar, hanya bergoyang-goyang saja. Dari kejauhan aku melihat Rega dan Pina naik bianglala. Ah, apakah aku harus meninggalkan mereka berdua? Akhirnya aku memutuskan untuk menelepon Rega dan meminta maaf atas kejadian kemarin.

Aku tidak ingin mengganggu kehidupan orang lagi dan komidi putar itu masih terus menyimpan kenangan yang mendalam. Sangat dalam sampai Aku tak tahu cahaya lampu itu terasa berbisik padaku dan bersinar menghiburku..

 thanks for reading this^^